46. Bagaimana Gadis Bijaksana Menyambut Tuhan
Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Di mana pun Tuhan menampakkan diri, di sanalah kebenaran akan diungkapkan, dan di sanalah akan ada suara Tuhan. Hanya mereka yang mampu menerima kebenaran yang dapat mendengar suara Tuhan, dan hanya orang-orang semacam itu yang memenuhi syarat untuk melihat penampakan Tuhan. Lepaskanlah gagasanmu! Tenangkanlah dirimu dan bacalah firman ini dengan saksama. Selama engkau memiliki hati yang merindukan kebenaran, Tuhan akan mencerahkanmu sehingga engkau akan dapat memahami maksud-Nya dan firman-Nya. Lepaskanlah argumenmu tentang 'kemustahilan'! Makin orang percaya bahwa sesuatu itu mustahil, makin mungkin hal itu akan terjadi, karena hikmat Tuhan lebih tinggi dari langit, pemikiran Tuhan lebih tinggi daripada pemikiran manusia, dan Tuhan melaksanakan pekerjaan-Nya melampaui batas pemikiran dan gagasan manusia. Makin mustahil sesuatu, makin ada kebenaran untuk dicari di dalamnya; makin sesuatu tak dapat dibayangkan oleh gagasan manusia, makin itu mengandung maksud-maksud Tuhan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Lampiran 1: Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru"). Setiap kali Tuhan menampakkan diri untuk bekerja di antara manusia, Dia mengungkapkan firman-Nya, dan hanya mereka yang melepaskan gagasan mereka serta mampu menerima kebenaranlah yang akan mampu melihat penampakan Tuhan. Oleh karena itu, kunci untuk menyambut Tuhan adalah mendengarkan suara Tuhan dengan saksama, lalu mengenali dan menyambut Tuhan berdasarkannya. Mereka yang telah mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa diangkat ke hadapan takhta Tuhan dan menghadiri pesta Tuhan bersama-Nya. Mereka adalah gadis-gadis bijaksana, orang yang paling diberkati. Dalam kepercayaanku sebelumnya kepada Tuhan, aku hanya berpegang teguh pada kata-kata harfiah Alkitab dan berdasarkan gagasan serta imajinasiku, aku merindukan Tuhan datang di atas awan dan membawaku ke dalam kerajaan surga. Ketika mendengar Tuhan telah datang kembali, aku tidak mencari dan menyelidikinya ataupun mendengarkan suara Tuhan. Aku hampir menjadi gadis bodoh, melewatkan kesempatanku untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali. Berkat bimbingan Tuhan, aku mendengar suara Tuhan dan menghadiri pesta perkawinan Anak Domba.
Suatu hari pada April 2018, seorang saudari dalam Tuhan mengirimkan film berjudul "Di Mana Rumahku" kepada teman baikku Mireille; katanya film itu bagus dan sangat realistis. Mireille berkunjung ke rumahku sehingga kami bisa menontonnya bersama. Saat tokoh utamanya menderita dan berputus asa, aku melihatnya membuka sebuah buku tebal dan menemukan harapan untuk hidup kembali dalam halaman buku itu. Namun, yang dibacanya itu bukan Alkitab, dan semua isinya baru bagi kami. Karena terkejut, kami terus menontonnya. Kemudian, ketika tokoh utama mengalami masalah, saudara-saudari dari gerejanya datang membantunya. Mereka membaca buku ini bersama, saling mendorong dan membantu. Aku menangis terharu saat menyaksikan jalan ceritanya. Orang-orang dalam film itu berbeda dengan semua orang egois di tengah masyarakat kita yang gelap, dan aku merasa bahwa yang mereka baca itu sepertinya istimewa. Kami benar-benar ingin tahu apa yang ada di dalam buku ini, jadi kami membaca informasi yang ada di bawah video. Namun, saat kulihat tertera di sana bahwa Tuhan Yesus telah menampakkan diri, aku tak bisa memercayainya dan berpikir, "Mustahil! Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 1:11: 'Engkau semua, orang-orang Galilea, mengapa engkau sekalian berdiri memandang ke langit? Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga.' Tuhan Yesus pergi menaiki awan, dan ketika Dia datang kembali pada akhir zaman, Dia pasti akan datang kembali di atas awan dengan kemuliaan yang besar. Sekarang, hal ini belum terjadi, tetapi di sini dikatakan bahwa Tuhan Yesus sudah menampakkan diri. Ini bertentangan dengan Alkitab." Aku mengatakan apa yang kupikirkan ini kepada Mireille, dan dia sependapat denganku. Setelah itu, kami tidak menyelidiki lebih jauh tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, tetapi hanya menonton film itu beberapa kali lagi.
Selama beberapa waktu, berita tentang kedatangan Tuhan kembali terus melekat di benakku, dan beberapa bulan kemudian, aku dan Mireille membahas lagi hal ini. Kami berbincang tentang bagaimana perkataan yang mereka baca dalam film memberi mereka iman serta harapan, dan bagaimana perkataan itu terdengar seperti sesuatu yang tidak bisa dikatakan orang biasa. Di seluruh dunia keagamaan, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang bersaksi tentang kedatangan Tuhan kembali, jadi mungkin semuanya tidak sesederhana itu. Namun kemudian, aku ingat Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan datang kembali di atas awan, para pendeta dan penatua pun mengatakan hal yang sama. Jadi, mengapa gereja ini mengatakan bahwa Tuhan sudah datang kembali? Apa maksud semua ini? Haruskah kami mencari dan menyelidikinya atau tidak? Aku merasa sangat bimbang, jadi aku pun berdoa bersama Mireille memohon agar Tuhan menuntun kami untuk mengambil pilihan yang benar. Kemudian, aku berpikir, "Tuhan adalah Yang Berdaulat atas segala sesuatu dan memiliki kuasa untuk melakukan apa pun yang Dia kehendaki. Bagaimana kami bisa membatasi pekerjaan-Nya hanya pada pemikiran dan gagasan kami? Jika Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar Tuhan Yesus yang datang kembali dan aku tidak mencari atau menyelidikinya, lalu kehilangan kesempatanku untuk menyambut Tuhan, bukankah aku akan menyesalinya seumur hidupku?" Jadi, kami memutuskan untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Kami menghubungi Saudari Anna lewat situs Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Dia memperkenalkan kami kepada Saudara Pierre, dan kami mengadakan pertemuan untuk bersama-sama membahas topik mengenai kedatangan Tuhan kembali.
Dalam pertemuan itu, aku menyampaikan kebingunganku dan berkata, "Kisah Para Rasul 1:11 menyatakan bahwa Tuhan akan kembali dengan cara yang sama dengan kepergian-Nya. Karena Dia pergi di atas awan putih, tentunya Dia akan datang di atas awan putih saat Dia datang kembali pada akhir zaman. Inilah yang selalu dikatakan para pendeta serta penatua kami di gereja, dan ini juga yang kami yakini. Kami belum melihat Tuhan datang di atas awan putih, jadi bagaimana kau bisa mengatakan bahwa Dia sudah datang kembali?" Saudara Pierre berkata, "Nubuat tentang kedatangan Tuhan di atas awan pasti akan digenapi, tetapi kita tidak bisa membatasi cara Tuhan datang kembali hanya dengan melihat satu nubuat itu. Tidak hanya nubuat tentang Tuhan datang di atas awan yang ada dalam Alkitab, tetapi ada juga nubuat tentang Dia akan datang secara rahasia. Contohnya, ada kitab Wahyu 3:3: 'Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu.' Ada juga kitab Wahyu 16:15: 'Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri.' Ada juga kitab Matius 25:6: 'Dan pada tengah malam terdengar teriakan, "Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya."' Kemudian ada Markus 13:32, yang menyatakan: 'Tetapi tentang hari dan saat itu, tidak ada yang tahu, tidak ada malaikat di surga yang tahu, Anak juga tidak, hanya Bapa saja yang tahu.' Nubuat ini menyebutkan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali 'bagaikan pencuri' dan 'tentang hari dan saat itu, tidak ada yang tahu', yang berarti Tuhan akan datang secara diam-diam, secara rahasia, tanpa ada yang menyadarinya, dan tak seorang pun akan mengenali-Nya saat mereka melihat-Nya. Nubuat ini berarti bahwa Tuhan akan datang secara rahasia. Ada banyak nubuat dalam Alkitab yang menyebutkan bahwa Tuhan akan datang sebagai Anak manusia, seperti Lukas 12:40: 'Hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga,' dan 17:24-25: 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.' 'Anak manusia' di sini berarti lahir dari manusia, memiliki kemanusiaan yang normal. Roh Tuhan atau tubuh rohani tidak bisa disebut 'Anak manusia'. Tuhan Yahweh adalah Roh, jadi Dia tidak bisa disebut 'Anak manusia'. Tuhan Yesus disebut 'Anak manusia' dan 'Kristus' karena Dia adalah Roh Tuhan dalam wujud daging. Jadi, kedatangan Anak manusia yang disebutkan Tuhan berarti bahwa Tuhan akan berinkarnasi sebagai Anak manusia saat Dia datang kembali pada akhir zaman. Terutama, satu ayat berkata, 'Namun, pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini.' Ini adalah bukti lebih jauh bahwa Tuhan akan datang dalam daging ketika Dia datang kembali. Jika Tuhan tidak datang dalam daging, tetapi menampakkan diri dalam wujud Roh-Nya, semua orang pasti akan sangat takut hingga tak ada yang berani untuk menolak atau mengutuk-Nya. Dia tak perlu menderita atau ditolak oleh generasi ini. Jadi, Tuhan berinkarnasi sebagai Anak manusia dan datang secara rahasia adalah cara lain Tuhan datang pada akhir zaman." Pada saat itu, kupikir, "Luar biasa, ini sungguh di luar dugaanku! Namun, Saudara Pierre telah mendukung persekutuannya dengan bukti, dan semua yang dia katakan sepenuhnya sesuai dengan Alkitab dan nubuat Tuhan Yesus, yang sangat meyakinkan." Aku sudah berulang kali membaca ayat-ayat ini tetapi tak pernah menyadari bahwa ayat-ayat itu adalah tentang Tuhan yang berinkarnasi secara rahasia. Gagasan lamaku benar-benar dipatahkan. Mireille juga mengangguk setuju dan berkata, "Ya, yang kau katakan itu sejalan dengan firman Tuhan." Namun, aku masih bingung tentang satu hal, jadi aku bertanya kepadanya, "Jika Tuhan berinkarnasi sebagai Anak manusia dan datang secara rahasia, bagaimana nubuat tentang Dia datang di atas awan bisa digenapi? Bukankah itu bertolak belakang?" Saudara Pierre menjawab, "Kedua nubuat ini sama sekali tidak bertolak belakang karena firman Tuhan pasti akan digenapi. Nubuat-Nya akan selalu digenapi. Hanya saja, nubuat-nubuat itu perlahan-lahan digenapi sesuai dengan langkah-langkah pekerjaan Tuhan. Dalam penampakan dan pekerjaan Tuhan yang datang kembali, pertama-tama Dia berinkarnasi sebagai Anak manusia, menampakkan diri untuk bekerja di antara manusia secara rahasia, dan kemudian Dia datang di atas awan, muncul secara terbuka." Karena bingung, aku bertanya, "Pertama, Dia datang secara rahasia kemudian menampakkan diri secara terbuka? Bisakah kau jelaskan ini lebih lanjut, saudaraku?"
Saudara Pierre melanjutkan, "Pertama, Tuhan berinkarnasi dan datang secara rahasia pada akhir zaman untuk mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan serta melengkapi sekelompok pemenang sebelum terjadinya malapetaka. Kemudian, Tuhan akan menurunkan malapetaka dahsyat dan Dia akan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Setelah malapetaka, Tuhan akan datang di atas awan dan menampakkan diri secara terbuka di hadapan segala negara dan bangsa. Sementara Tuhan bekerja secara rahasia dalam daging, semua orang percaya sejati yang merindukan penampakan-Nya, akan mendengar suaranya dan berpaling kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka semua adalah gadis-gadis bijaksana; jika mereka dihakimi dan ditahirkan oleh firman Tuhan dan dilengkapi menjadi pemenang, mereka akan selamat dari malapetaka dahsyat. Sedangkan mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, dan bahkan menentang serta mengutuknya, ketika Tuhan datang di atas awan dan menampakkan diri secara terbuka, mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tentang dan kutuk adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, lalu mereka akan memukuli dada mereka, meratap dan menggertakkan gigi. Ini akan menggenapi nubuat kedatangan Tuhan di atas awan yang berkata: 'Dan saat itulah akan muncul tanda Anak manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar' (Matius 24:30). 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam-Nya; dan segala suku bangsa di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7)." Kemudian Saudara Pierre membacakan bagi kami satu bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Banyak orang mungkin tidak memedulikan apa yang Kufirmankan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi waktunya Sang Matahari Kebenaran menampakkan diri secara terbuka. Mungkin itu akan menjadi saat yang sangat menggembirakan bagimu. Namun, engkau seharusnya tahu bahwa pada saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, itu juga akan menjadi saat engkau turun ke neraka untuk dihukum, saat akhir dari rencana pengelolaan Tuhan dinyatakan, dan saat Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan akan sudah berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan dibawa ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa 'Yesus yang tidak mengendarai awan putih adalah kristus palsu' akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang mengadakan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengungkapkan penghakiman yang keras dan memberikan hidup dan jalan yang benar. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. ... Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau semua harus memilih jalanmu sendiri, dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan congkak, tetapi jadilah orang yang tunduk pada bimbingan Roh Kudus, yang haus dan mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau semua akan mendapatkan manfaat" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus, Tuhan Sudah Memperbarui Langit dan Bumi"). Setelah membacanya, barulah aku mengerti. Ternyata saat Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia datang secara rahasia dan melengkapi sekelompok pemenang, kemudian Dia menurunkan malapetaka dahsyat, memberi upah kepada orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Setelah itu, Dia datang di atas awan dengan kemuliaan besar dan menampakkan diri secara terbuka kepada segala bangsa dan suku bangsa. Kedua nubuat itu sama sekali tidak bertolak belakang. Aku benar-benar buta! Kedatangan Tuhan adalah hal besar, dan aku malah berpegang erat pada gagasan serta imajinasiku, berpegang erat pada ayat-ayat tentang Tuhan yang datang di atas awan dan tidak mendengarkan suara Tuhan. Aku hampir menjadi gadis bodoh dan melewatkan kesempatanku untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali. Hampir saja!
Jadi, aku bertanya kepada Saudara Pierre, "Kau bersaksi bahwa Tuhan telah kembali dalam wujud inkarnasi, tetapi apa yang dimaksud dengan 'inkarnasi' ini?" Kemudian dia membacakan beberapa bagian firman Tuhan Yang Mahakuasa: "'Inkarnasi' adalah penampakan Tuhan dalam daging; Tuhan bekerja di antara umat manusia ciptaan dalam rupa daging. Jadi, karena Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan kemanusiaan yang normal; ini adalah prasyarat paling mendasar. Faktanya, makna dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, dan bahwa esensi Tuhan adalah menjadi daging, menjadi manusia" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan"). "Kristus dengan kemanusiaan yang normal adalah daging yang di dalamnya Roh diwujudkan, dan memiliki kemanusiaan yang normal, nalar yang normal, serta pemikiran manusia. 'Diwujudkan' artinya Tuhan menjadi manusia, Roh menjadi daging; atau secara gamblang, artinya adalah ketika Tuhan itu sendiri mendiami daging dengan kemanusiaan yang normal, dan melaluinya, Dia mengungkapkan pekerjaan ilahi-Nya—inilah yang dimaksud dengan diwujudkan, atau berinkarnasi" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan"). Dia melanjutkan perkataannya, "Tuhan yang berinkarnasi adalah Roh Tuhan yang mengenakan daging, yaitu Tuhan yang di surga menjadi Anak manusia untuk bekerja dan berfirman di antara manusia untuk menyelamatkan kita. Tuhan yang berinkarnasi tampak sangat biasa, tidak perkasa atau luar biasa. Dia memiliki kemanusiaan yang normal, Dia berhubungan langsung dengan manusia, dan Dia hidup di antara kita. Tak seorang pun tahu bahwa Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi. Namun, Kristus adalah perwujudan Roh Tuhan dan memiliki keilahian yang sepenuhnya. Dia mampu mengungkapkan kebenaran, melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, dan mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Dia mengaruniakan kepada manusia kebenaran, jalan, serta hidup, dan mampu sepenuhnya mentahirkan serta menyelamatkan manusia yang rusak. Tak ada manusia yang memiliki kualitas ini atau yang mampu mencapai hal-hal ini. Sama seperti bagaimana Tuhan Yesus yang berinkarnasi tampak seperti orang biasa, tetapi secara esensi Dia adalah Roh Tuhan yang terwujud dalam daging. Dia mampu mengungkapkan kebenaran kapan saja untuk menyirami dan menopang manusia. Dia mengaruniakan jalan pertobatan kepada manusia. Dia mampu melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri dan menebus umat manusia dari dosa. Oleh karena itu, Tuhan yang berinkarnasi tidaklah seperti manusia ciptaan mana pun, dan esensi-Nya adalah esensi Tuhan itu sendiri." Pada saat ini, aku akhirnya mengerti bahwa inkarnasi berarti Tuhan menjadi Anak manusia yang datang ke dunia untuk berfirman dan bekerja. Daging ini memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang utuh. Meskipun Dia terlihat biasa, Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Ini adalah Kristus! Aku selalu mengucapkan nama "Yesus Kristus", tetapi tak pernah benar-benar tahu apa arti Kristus. Aku sangat bodoh!
Kemudian, Saudara Pierre membacakan bagian lain firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Penyelamatan manusia oleh Tuhan tidak dilakukan secara langsung melalui Roh dan dengan identitas Roh, karena Roh-Nya tidak dapat disentuh ataupun dilihat manusia, dan tidak dapat didekati oleh manusia. Jika Dia mencoba menyelamatkan manusia secara langsung sebagai Roh, manusia tidak akan mampu menerima keselamatan-Nya. Jika Tuhan tidak mengenakan bentuk luar manusia ciptaan, manusia tidak akan mungkin menerima keselamatan ini. Karena manusia sama sekali tidak dapat mendekati-Nya, sama halnya tak seorang pun mampu mendekati awan Yahweh. Hanya dengan menjadi seorang manusia ciptaan, yang berarti, hanya dengan memasukkan Firman-Nya ke dalam daging yang akan Dia kenakan, Dia dapat secara pribadi mengerjakan Firman itu dalam diri semua orang yang mengikuti-Nya. Hanya dengan demikian, barulah manusia dapat mendengar dan melihat sendiri Firman-Nya, dan bahkan memperoleh Firman-Nya, dan dengan cara ini sepenuhnya diselamatkan. Jika Tuhan tidak menjadi daging, tidak ada seorang pun yang berasal dari daging dan darah yang akan menerima keselamatan yang demikian agung, tidak akan ada seorang pun yang akan diselamatkan. Jika Roh Tuhan bekerja secara langsung di antara umat manusia, semua manusia akan terbunuh, atau, karena tidak mungkin bersentuhan dengan Tuhan, mereka akan sepenuhnya ditawan oleh Iblis. Inkarnasi pertama adalah untuk menebus manusia dari dosa, untuk menebusnya melalui tubuh daging Yesus, yang berarti, Dia menyelamatkan manusia dari salib, tetapi watak rusak Iblis masih ada dalam diri manusia. Inkarnasi kedua tidak lagi berfungsi sebagai korban penghapus dosa, melainkan untuk sepenuhnya menyelamatkan mereka yang telah ditebus dari dosa. Ini dilakukan agar orang-orang yang dosanya telah diampuni dapat dibebaskan dari dosa dan ditahirkan sepenuhnya, serta mencapai perubahan watak, dan dengan demikian melepaskan diri dari pengaruh kegelapan Iblis, lalu kembali ke hadapan takhta Tuhan. Hanya dengan cara inilah manusia dapat sepenuhnya disucikan" (Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (4)"). Kemudian dia menyampaikan persekutuan ini: "Meskipun pekerjaan penebusan Tuhan Yesus berarti dosa-dosa kita telah diampuni, natur Iblis kita tetap utuh. Kita tetap hidup berdasarkan watak Iblis dalam diri kita, seperti kecongkakan dan kelicikan. Kita berbohong dan menipu demi kepentingan kita sendiri, kita bersaing dengan orang lain demi reputasi dan keuntungan dan berencana licik terhadap satu sama lain. Kita tetap berbuat dosa dan menentang Tuhan. Meskipun kita mungkin terlihat seperti telah membayar harga, mengorbankan diri, dan menderita, sebenarnya kita bertransaksi dengan Tuhan, berharap mendapatkan berkat kerajaan surga sebagai imbalan. Kita sama sekali tidak mengikuti kehendak Tuhan. Tuhan itu kudus, dan manusia yang sekotor dan serusak kita sama sekali tidak layak untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Tuhan telah berinkarnasi kembali pada akhir zaman untuk sepenuhnya menyelamatkan umat manusia, membebaskan kita dari dosa, dan mentahirkan kita. Dia mengungkapkan kebenaran untuk menopang dan menggembalakan kita, dan Dia menyingkapkan serta menghakimi watak rusak dan natur Iblis dalam diri kita. Dia juga menunjukkan jalan untuk mengubah watak kita dan memberi tahu kita cara hidup dalam kemanusiaan normal dan menjadi orang jujur yang menyenangkan hati-Nya. Dengan mengalami penghakiman dan hajaran firman Tuhan, kita jadi benar-benar mengenal serta membenci kerusakan kita serta natur Iblis dalam diri kita, dan kita ingin bertobat serta bertindak dan berperilaku berdasarkan firman-Nya. Kita akan berangsur membuang beberapa watak rusak kita dan mulai hidup dalam keserupaan dengan manusia. Hanya Tuhan yang berinkarnasilah yang mampu mencapai hal ini dalam pekerjaan-Nya. Jika Tuhan datang untuk berfirman dan bekerja dalam wujud Roh-Nya pada akhir zaman seperti Tuhan Yahweh, Dia tidak akan bisa mentahirkan dan menyelamatkan manusia. Ini karena manusia tidak dapat melihat atau menyentuh Roh Tuhan dan mereka tidak akan memahami Dia jika Dia berbicara secara langsung kepada mereka. Lebih dari itu, manusia yang rusak tidak bisa mendekati Roh Tuhan, mereka akan dibunuh karena manusia begitu kotor dan rusak. Dikatakan dalam Perjanjian Lama bahwa Tuhan Yahweh menampakkan diri di atas Gunung Sinai dengan suara guntur. Orang Israel melihat asap dan kilat di atas gunung, dan mendengar bunyi guntur dan sangkakala. Mereka berdiri jauh-jauh dan berkata kepada Musa, 'Berbicaralah engkau dengan kami dan kami akan mendengarkan: tetapi janganlah Tuhan berbicara dengan kami, supaya kami tidak mati' (Keluaran 20:19). Manusia pada akhir zaman telah sangat dirusak oleh Iblis. Jika Tuhan datang untuk bekerja dalam wujud Roh, tidak akan ada yang selamat. Kita semua akan dibunuh oleh Tuhan karena kita kotor dan rusak. Jadi, Tuhan telah memilih cara yang paling bermanfaat untuk menyelamatkan kita; Dia menjadi daging, mengungkapkan kebenaran dan menghakimi serta mentahirkan manusia yang rusak. Inilah kasih dan keselamatan terbesar yang Tuhan karuniakan kepada manusia!" Saat itu, aku merasa sangat tersentuh, lalu aku berkata dengan penuh semangat, "Kita benar-benar butuh Tuhan berinkarnasi sebagai Anak manusia untuk bekerja pada akhir zaman. Itu adalah keselamatan terbesar bagi manusia yang rusak! Sebelumnya aku tak pernah tahu bagaimana Tuhan bekerja. Aku tidak mendengarkan suara-Nya dan aku tidak bisa mengenali ataupun menyambut Dia berdasarkan suara-Nya. Aku malah dengan bodoh menunggu Tuhan datang di atas awan dan membawa kita ke dalam kerajaan surga. Betapa bodohnya aku!"
Kemudian, kami membaca banyak firman Tuhan Yang Mahakuasa dan memahami apa yang dimaksud dengan gadis bijaksana, apa yang dimaksud dengan gadis bodoh, bagaimana Tuhan menampakkan diri, dan misteri nama-nama Tuhan, tentang inkarnasi-Nya, dan tentang pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Kami akhirnya mengerti bahwa Tuhan melakukan tiga tahap pekerjaan untuk menyelamatkan umat manusia, yaitu pada Zaman Hukum Taurat, Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan. Hanya ketiga tahap pekerjaan ini yang dapat sepenuhnya menyelamatkan manusia dari kuasa Iblis. Tuhan Yahweh, Tuhan Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah satu Tuhan. Kami yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, dan kami menerima Dia. Akhirnya kami menyambut Tuhan! Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!